Jangan pernah salah dengan merasa bahwa apa yang kita punyai ini sudah menjadi hak kita.. Sebagian dari apa yang telah kita miliki adalah hak orang lain, dan kita harus memberikannya. Itulah kenapa selalu ada zakat, ada pajak yang harus kita bayarkan agar apa yang telah kita miliki ini menjadi halal. Apa jadinya jika kita mengkonsumsi, merasakan sesuatu yang makruh atau bahkan haram.. Hiiii naudzubillahi min dzalik.
Disini bukan tempatku untuk menceramahi ataupun memberikan nasehat. Wuih ga punya modal dan tampang yang begituanlah.. Insya Allah aku memang berharap untuk menjadi lebih baik, tapi untuk menasehati? Ga duyu deh..
Kalau saja kita mau melihat dan merasakan plus mengerjakannya, banyaknya ajakan untuk saling berbagi, bahkan para blogger seperti mas cahyo, mas nug, atau mas iyan, yang tergabung dalam IBSN pun mengajak kita untuk selalu berbagi.
Coba kita lihat, maraknya kampanye dimana-mana, poster-poster yang terpajang disepanjang jalan dengan senyum mereka yang... alamak.. memutuskan segala urat terpesonaku menjadi ga respect banget deh.. Inget ma postingan mas Abdee yang rada menggelitik. Padahal isinya seh tentang senyum caleg. Lho, apa salahnya seh tersenyum.. bukankah mereka juga membagi senyum. Dan senyum itu sebagian dari ibadah? Ya, senyum adalah indah dan ibadah jika senyum itu adalah senyum tulus yang keluar dari hati nurani. Jangan salah dengan senyum artis yang sekali tersenyum dan dijepret langsung menerima uang sekian puluh juta. Jangan pula merasa iri dengan mereka yang selalu tersenyum saat menyambut tamu-tamu yang datang memasuki hotel meskipun hanya sekedar berselingkuh atas BBS.. Senyum tulus dari hati yang terdalam seperti senyum seorang bidadari.
Apakah mereka yang memajang gambar-gambar mereka penuh senyum akan memenuhi janji-janji mereka seindah senyuman mereka? Belum tentu.. Tapi toh, begitulah manusia selalu penuh janji. Lantas apa kaitannya caleg dengan berbagi? Ga nyambung deh dengan judulnya.. :D
Banyak propaganda yang dilakukan dan dilancarkan demi menggaet
Bagaimana dengan Anda.. Apakah Anda akan tergerak untuk melakukan prinsip “Indahnya berbagi..”. Semoga jika Anda mau melaksanakannya, itu berdasarkan keikhlasan dan kesadaran hati, bukan karena pamrih dan dengan embel-embel yang lainnya…
